Selasa, 5 Mei 2026 20:49 WITA

Gunakan ‘water cannon’, Polda Kaltara berhasil cegah karhutla merembet ke pemukiman

Gunakan ‘water cannon’, Polda Kaltara berhasil cegah karhutla merembet ke pemukiman

Selasa, 5 Mei 2026 20:49 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Aksi gerak cepat ditunjukkan personel gabungan Polda Kalimantan Utara dalam menjinakkan api yang melahap lahan di Jalan Poros Tanjung Selor KM 4, Kabupaten Bulungan. Tak tanggung-tanggung, dua unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik Dit Samapta dan Satbrimob dikerahkan ke lokasi untuk memutus rantai api yang terus meluas.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini mulai terdeteksi pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 13.10 WITA. Mengingat lokasi kebakaran berada tepat di bibir jalan poros yang padat kendaraan, situasi sempat mencekam akibat kepulan asap yang mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

Direktur Samapta Polda Kaltara, Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya, memimpin langsung jalannya operasi pemadaman. Sebanyak 30 personel gabungan dari Dit Samapta dan Satbrimob berjibaku di lapangan dengan membawa armada taktis berupa satu unit rantis khusus Karhutla dan dua unit raksasa penyemprot air AWC.

Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya mengungkapkan bahwa penggunaan water cannon serta pompa portabel menjadi strategi utama untuk mempercepat pengendalian api di titik-titik yang sulit dijangkau secara manual. Fokus utama petugas adalah memastikan api tidak merembet hingga ke pemukiman warga.

“Kami fokus pada pemadaman aktif dan pembuatan sekat bakar untuk memastikan api tidak merambat ke area pemukiman,” tegas Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Selain bertarung melawan api, sebagian personel kepolisian juga dikerahkan untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas (Gatur). Skema sistem buka-tutup jalur sempat diberlakukan demi menjamin keselamatan para pengguna jalan yang melintas sekaligus memberikan ruang bagi mobilitas armada pemadam kebakaran.

Sinergitas solid antara Dit Samapta dan Satbrimobda Polda Kaltara ini membuahkan hasil manis. Dalam waktu singkat, si jago merah berhasil dikendalikan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan pada bangunan warga di sekitar area kebakaran.

Meski api sudah padam, Polda Kaltara tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas ekstrem. Warga diminta segera melaporkan ke pihak berwajib jika melihat aktivitas pembakaran lahan atau munculnya kepulan asap mencurigakan guna mencegah terjadinya bencana Karhutla yang lebih besar. (*)

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini