TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Otoritas konservasi Indonesia melakukan pelepasliaran puluhan burung hasil sitaan ke habitat alami di Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (1/4), untuk memperkuat ekosistem lokal di tengah ancaman perburuan liar yang masih marak terjadi.
Sebanyak 46 ekor burung dari berbagai spesies dilepaskan di kawasan Kebun Raya Bundayati, Kabupaten Bulungan, melalui kolaborasi terpadu antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltara, Balai Karantina Pertanian Tarakan, dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) KPH Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani, yang menyaksikan langsung prosesi tersebut menyatakan apresiasi tinggi terhadap upaya pengembalian satwa ke alam bebas ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran burung-burung tersebut sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkaya keragaman hayati di wilayah tersebut.
“Langkah ini dapat memperkuat peran Kebun Raya Bundayati bukan hanya sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai pusat konservasi dan penelitian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam rinciannya, satwa yang dilepasliarkan terdiri dari 21 ekor Cililin, 14 ekor Kapas Tembak, 6 ekor Tali Mayit, 3 ekor Pleci, dan 2 ekor Kepodang Hutan. Mengingat sebagian besar satwa ini merupakan target populer di pasar gelap, Bupati mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat luas untuk menghentikan segala bentuk perburuan liar, terutama terhadap spesies yang dilindungi undang-undang. Ia menekankan bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab kolektif demi menjamin keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.
Melalui sinergi antarlembaga ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyatakan optimismenya dalam meningkatkan standar perlindungan kawasan konservasi. Langkah pelepasliaran ini dipandang sebagai komitmen nyata pemerintah dalam memulihkan populasi satwa liar yang tergerus akibat perdagangan ilegal. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan Kebun Raya Bundayati mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai benteng perlindungan keanekaragaman hayati di Kaltara. (advertorial)
Editor: Quartal.id





















