Selasa, 7 April 2026 10:53 WITA

CATAT! Penerimaan Akpol 2026 hanya satu jalur, tidak ada kuota khusus

Ilustrasi - Taruna Akpol. IST

CATAT! Penerimaan Akpol 2026 hanya satu jalur, tidak ada kuota khusus

Selasa, 7 April 2026 10:53 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya menghapus praktik nepotisme dalam seleksi perwira dengan memberlakukan sistem satu jalur reguler pada penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026.

Asisten Sumber Daya Manusia (ASSDM) Polri, Irjen Pol. Dr. Anwar, menyatakan bahwa reformasi rekrutmen tahun ini ditekankan pada prinsip “BeTAH” yang mencakup aspek bersih, transparan, akuntabel, dan humanis untuk memastikan persaingan yang setara bagi seluruh kandidat.

Data terbaru menunjukkan lonjakan antusiasme masyarakat dengan jumlah pendaftar mencapai 7.988 orang, di mana 5.432 peserta telah terverifikasi dan sisanya masih dalam proses validasi. Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa tidak ada kuota tambahan atau jalur khusus dalam proses seleksi ini, sehingga hanya kandidat dengan performa terbaik yang akan terpilih sebagai Taruna/i Akpol.

“Langkah ini diambil guna melahirkan perwira masa depan yang memiliki profil komunikatif, adaptif, dan edukatif dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” tuturnya dalam keterangannya diterima Quartal, Selasa (7/4/2026).

Standar kualifikasi tahun ini menetapkan ambang batas nilai rata-rata ijazah minimal 75,00 atau predikat B, dengan persyaratan fisik berupa tinggi badan minimal 165 cm bagi pria dan 163 cm bagi wanita. Selain jenjang Akpol, Polri juga membuka rekrutmen Bintara yang mencakup spektrum keahlian luas, mulai dari unit teknis seperti Intelijen dan Humas hingga bidang spesialis seperti Pertanian, Gizi, Teknik Sipil, dan Tenaga Kesehatan. Diversifikasi ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi kepolisian dengan tenaga ahli yang kompeten di berbagai sektor pelayanan publik.

Otoritas kepolisian menekankan bahwa objektivitas seleksi adalah harga mati guna menjaga integritas institusi dan kepercayaan masyarakat. Irjen Pol. Anwar menambahkan bahwa proses rekrutmen ini bukan sekadar pemenuhan jumlah personel, melainkan sebuah misi untuk membentuk generasi baru Polri yang berintegritas tinggi.

Dengan penerapan sistem yang ketat dan transparan, Polri optimistis dapat menjaring talenta terbaik yang siap menjaga keamanan nasional sekaligus merespons kebutuhan masyarakat secara profesional. (*)

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini