TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menaruh harapan besar pada kebangkitan prestasi olahraga daerah di kancah nasional. Setelah sukses menyabet medali emas lewat cabang olahraga panahan pada PON Aceh–Sumut lalu, kini giliran cabang olahraga biliar yang dibidik untuk mencetak sejarah baru dan menyumbang medali emas pada PON 2027 di NTT–NTB mendatang.
Target optimistis tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., saat membuka secara resmi Turnamen Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Cup I Kabupaten Bulungan di Power Up Billiard Arena, Tanjung Selor, Jumat (8/5/2026).
Agenda ini turut dihadiri Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md., unsur Forkopimda, pengurus KONI, serta jajaran pengurus POBSI daerah.
Bupati Syarwani mengungkapkan bahwa turnamen yang diikuti oleh 192 atlet dari Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim) ini merupakan barometer krusial untuk mengukur kemampuan atlet lokal. Ketiadaan venue khusus milik pemda dinilai bukan menjadi penghalang bagi para atlet untuk terus mengukir prestasi tertinggi.
“Saya yakin keterbatasan sarana dan prasarana tidak mengurangi semangat kita untuk terus berprestasi. Mudah-mudahan nanti ada atlet biliar dari Bulungan yang mampu memberikan kontribusi medali pada PON 2027 NTT–NTB. Jika sebelumnya kita berhasil meraih emas di panahan, saya berharap prestasi itu bisa dilanjutkan bahkan dipecahkan oleh atlet biliar kita,” ujar Bupati Syarwani.
Selain sebagai persiapan jangka panjang menuju PON, turnamen ini menjadi ajang pemanasan intensif menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara 2026 yang akan digelar di Kabupaten Malinau. Syarwani meminta para atlet memanfaatkan sisa waktu beberapa bulan ke depan untuk terus menggenjot kapasitas dan teknik bertanding di atas matras.
Senada dengan bupati, Ketua POBSI Bulungan, Ir. Risdianto, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa POBSI Cup I dirancang sebagai bagian dari program pembinaan hulu-hilir (jangka pendek, menengah, dan panjang). Demi mendongkrak kualitas performa atlet, pihak pengurus bahkan telah mendatangkan pelatih khusus secara langsung.
“Turnamen ini bertujuan meningkatkan prestasi, memperkuat pembinaan, serta menjaring talenta potensial menuju Porprov dan kejuaraan nasional. Kami ingin biliar di Bulungan semakin maju dengan dukungan semua pihak, termasuk pihak sponsor,” kata Risdianto yang mencatat tingginya antusiasme peserta lintas provinsi dalam ajang ini.
Dukungan penuh terhadap kemajuan ekosistem olahraga ini juga disuarakan oleh Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmady, S.H. Melalui program “Bulungan Unggul” menuju target “Bulungan Emas”, KONI proaktif memfasilitasi para atlet untuk menjalani training camp di luar daerah. Pada tahun anggaran 2026 ini saja, terdapat 14 atlet Bulungan yang dikirim untuk mengikuti pembinaan khusus di luar daerah, termasuk salah satu jagoan cabor biliar belia yang masih berusia 11 tahun di Jawa Barat. (Advertorial)






















