TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Wagub Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Membangun Kaltara Bersama dengan Peningkatan Ekspor Langsung Komoditas Unggulan melalui Laut dan Udara”, di Tarakan, Rabu (13/5/2026).
Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor guna memastikan Kalimantan Utara tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi production hub dan export gateway yang kompetitif di pasar internasional.
Langkah agresif ini diambil sebagai respons atas tantangan ekonomi daerah, di mana data tahun 2025 menunjukkan penurunan total ekspor nonmigas sebesar 45,83% akibat melemahnya sektor batu bara yang selama ini mendominasi hingga 85% struktur ekspor Kaltara.
Wagub menegaskan bahwa Kaltara harus segera mengoptimalkan potensi sektor perikanan yang didukung oleh puluhan ribu nelayan dan ratusan Unit Pengolahan Ikan, serta sektor perkebunan dan kehutanan yang memiliki peluang hilirisasi sangat besar.
Keberhasilan ekspor langsung ikan bawal segar dan ikan malong dari Tarakan ke Hong Kong menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing global yang perlu terus didorong melalui penguatan infrastruktur dan logistik.
Untuk mengakselerasi target tersebut, Pemprov Kaltara telah menyiapkan strategi komprehensif yang mencakup percepatan pengembangan Pelabuhan Malundung dan Bandara Juwata sebagai pusat logistik internasional. Selain pembangunan fisik, fokus utama juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk melalui sertifikasi internasional seperti HACCP dan ISO, serta kemudahan layanan ekspor melalui sistem one-stop service.
Dengan semangat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan instansi terkait, Wagub optimis bahwa pencapaian seperti Primaniyarta Award 2025 akan menjadi fondasi kuat bagi Kaltara untuk tampil sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan sejahtera di gerbang utara Indonesia. (advertorial)





















