Selasa, 19 Mei 2026 10:01 WITA

Bentuk zona edukasi budaya di Kebun Raya Bundayati, Pemkab segera bangun tiga rumah adat suku asli

Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati ulungan Kilat, dan Ketua KONI Bulungan Heru Rachmadi (paling kiri) berfoto bersama usai penutupan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) II Bulungan di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Senin (13/10/2025). HO

Bentuk zona edukasi budaya di Kebun Raya Bundayati, Pemkab segera bangun tiga rumah adat suku asli

Selasa, 19 Mei 2026 10:01 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus berkomitmen menggenjot penyempurnaan fasilitas di kawasan Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor.

Sebagai langkah konkret dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memperluas ruang publik yang representatif, pemerintah daerah menjadwalkan pembangunan tiga rumah adat suku asli Bulungan, yakni suku Bulungan, Tidung, dan Dayak pada tahun anggaran ini.

Rencana strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, baru-baru ini. Pihaknya menegaskan bahwa penambahan ornamen dan bangunan adat di atas lahan kebun raya seluas 86 hektar tersebut bertujuan untuk melengkapi fasilitas rekreasi sekaligus menciptakan zona edukasi budaya yang interaktif bagi masyarakat.

“Tahun ini kita akan bangun tiga rumah adat dari suku-suku yang ada di Kabupaten Bulungan, yaitu suku Tidung, Bulungan, dan Dayak. Sentuhan budaya di kawasan kebun raya ini nantinya akan menjadi zona edukasi bagi anak-anak maupun pengunjung, terutama dalam mendukung kegiatan literasi seperti study camp atau kunjungan rutin anak sekolah,” ujar Bupati Syarwani.

Selain memiliki dimensi pelestarian budaya dan pendidikan, Kebun Raya Bundayati yang terletak strategis di jantung kota Tanjung Selor ini terbukti sukses menjadi magnet baru pariwisata daerah. Berdasarkan data kunjungan resmi, destinasi hijau ini mencatat rata-rata 300 hingga 400 pengunjung setiap harinya, dan angka tersebut melonjak signifikan saat memasuki akhir pekan (weekend) maupun hari libur nasional.

Bupati Syarwani menambahkan, selain sebagai pusat konservasi alam dan edukasi, area ini didesain sebagai ruang interaksi sosial untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Guna mendukung kenyamanan publik, Pemkab Bulungan secara berkala terus melengkapi infrastruktur penunjang, mulai dari area pejalan kaki (jogging track), taman edukasi, amfiteater, danau, anjungan foto, hingga kawasan khusus pameran.

Menutup keterangannya, Bupati menegaskan bahwa hingga saat ini Pemkab Bulungan belum memberlakukan tarif masuk atau retribusi bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam di sana. Pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat pariwisata untuk memiliki rasa kepemilikan yang tinggi dengan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian fasilitas yang ada.

“Saya sampaikan bahwa kebun raya ini adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan. Jadi harapannya, mari sama-sama kita jaga kemurnian dan fasilitasnya,” demikian Syarwani. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini