Kamis, 28 Mei 2026 13:28 WITA

Mubes LADK Bulungan: Wagub Ingkong Ala tegaskan lembaga adat pilar kebinekaan dan Pemerintah

Wagub Kaltara Ingkong Ala (depan) diarak dengan perahu adat pada rangkaian kegiatan penyambutan Musyawarah Besar (Mubes) perdana Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Kabupaten Bulungan di Tanjung Selor, Kamis (28/5/2026). (Foto: Istimewa)

Mubes LADK Bulungan: Wagub Ingkong Ala tegaskan lembaga adat pilar kebinekaan dan Pemerintah

Kamis, 28 Mei 2026 13:28 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Suasana di Gedung Pemuda Jelarai Tengah, Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan tampak semarak dan sarat akan nuansa sakral kemegahan adat Dayak Kenyah.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru wilayah memadati lokasi guna menghadiri momentum bersejarah Musyawarah Besar (Mubes) perdana Lembaga Adat Dayak Kenyah (LADK) Kabupaten Bulungan masa bakti 2026–2031 yang diselenggarakan pada 27 hingga 29 Mei 2026.

Agenda akbar ini turut dihadiri jajaran tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang juga Anggota DPD RI Dapil Kaltara, Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., Wakil Gubernur Kaltara sekaligus Ketua Umum LADK Provinsi Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., Wakil Bupati Kilat, Ketua DPRD Bulungan Riyanto, serta unsur Forkopimda dan para tetua adat setempat.

Wagun menyampaikan bahwa eksistensi organisasi seperti LADK memiliki posisi sentral dalam memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kaltara yang majemuk.

“Pemerintah daerah memberikan apresiasi dan penghormatan yang sangat tinggi atas terselenggaranya Mubes perdana ini. Di tengah derasnya arus modernisasi, Lembaga Adat Dayak Kenyah harus tetap berdiri tegak sebagai penjaga nilai, pelindung identitas, serta pilar kebinekaan yang merekatkan persaudaraan lintas suku di Bumi Benuanta,” ungkap Wagub Ingkong Ala, Kamis (28/5/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak dapat hanya bersandar pada pembangunan infrastruktur fisik dan ekonomi semata. Menurutnya, kontribusi pemikiran, kearifan lokal, serta keterlibatan aktif dari lembaga adat sangat dibutuhkan sebagai pondasi karakter masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen penuh untuk terus memposisikan LADK sebagai mitra strategis dalam berbagai program kerja pembangunan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus yang nantinya terpilih untuk mengelola organisasi secara serius, melahirkan inovasi baru, serta menggunakan forum musyawarah ini untuk berdiskusi secara terbuka demi masa depan.

Pembukaan Mubes perdana ini ditandai dengan prosesi pemukulan gong secara simbolis oleh Presiden MADN Marthin Billa bersama Wagub Ingkong Ala dan Bupati Syarwani. Guna menyemarakkan acara, panitia penyelenggara turut merangkai Mubes dengan malam ramah tamah serta berbagai perlombaan seni budaya dan olahraga tradisional khas Dayak Kenyah.

Masyarakat dan generasi muda yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kompetisi, seperti lomba tari tunggal putra dan putri, musik sampeq tunggal, permainan gasing tradisional, olahraga Payu’ Duk, petengkiq, hingga lomba ketangkasan menyumpit.

Alunan melodi sampeq dan gelora kebersamaan sepanjang acara mempertegas pesan bahwa identitas budaya Dayak Kenyah tetap hidup, lestari, dan mengakar kuat dalam gerak pembangunan di Kabupaten Bulungan dan Kaltara. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini