Kamis, 13 Februari 2025 20:27 WITA

Tinggi 24 meter, Tugu Lemlai Suri Tanjung Selor akhirnya diresmikan

Kolase - Bupati Bulungan Syarwani (tengah) beserta sejumlah tokoh meresmikan Tugu Lemlai Suri Tanjung Selor, Kamis (13/2/2025). Tugu ini berdiri setinggi 24 meter tepat di bundaran pertigaan Jalan Sengkawit, Jalan Jelarai Raya, dan Jalan Cenderawasih Tanjung Selor. DOKPIM BULUNGAN

Tinggi 24 meter, Tugu Lemlai Suri Tanjung Selor akhirnya diresmikan

Kamis, 13 Februari 2025 20:27 WITA

QUARTAL.ID – Bupati Bulungan Syarwani meresmikan salah satu ikon Kota Tanjung Selor yaitu tugu Lemlai Suri, setelah pemugaran yang menelan anggaran APBD sebesar Rp3,2 miliar. 

“Tugu Lemlai Suri ini adalah ikon Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan secara umum,” kata Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor, Kamis (13/2/2025). 

Tugu Lemlai Suri, yang sebelumnya dikenal sebagai Tugu Telur Pecah, adalah sebuah landmark yang terletak di Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara. Tugu ini dibangun tepat di pertigaan Jalan Sengkawit, Jalan Jelarai Raya, dan Jalan Cenderawasih.

Tugu ini memiliki kaitan erat dengan cerita rakyat Kalimantan Utara tentang Putri Lemlai Suri, yang menjadi cikal bakal Kesultanan Bulungan.

“Tidak ada lagi penyebutan tugu Telur Pecah, yang benar adalah Tugu Lemlai Suri,” ujarnya.

Syarwani menjelaskan bahwa tugu Lemlai Suri dibangun setinggi 24 meter. Diameter tersebut disesuaikan dengan tahun pembangunan, yakni 2024, agar mudah diingat. Pembangunan Tugu Lemlai Suri tidak mengubah bentuk dari tugu sebelumnya. Pemerintah Daerah hanya melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Patung dan telur di tugu Lemlai Suri terbuat dari bahan perunggu dengan berat kurang lebih 600 kilogram. Tugu ini sebelumnya dibangun sekitar 1995 sebelum akhirnya dipugar pada 2024.

“Tugu Lemlai Suri saya nyatakan secara resmi dibuka untuk masyarakat umum dan semoga ikon ini semakin memudahkan masyarakat yang melintas di jalan ini, serta menjadi kebanggaan,” kata Syarwani.

Peresmian tugu ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Budiman Arifin, mantan bupati Bulungan 2005-2015. Setelah pemugaran tugu, Pemerintah Kabupaten Bulungan akan membangun anjungan swafoto di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati pada tahun ini, tak jauh dari lokasi Tugu Lemlai Suri. 

Anjungan dengan fasilitas panggung tersebut akan dibangun dengan latar belakang tugu Lemlai Suri. Masyarakat bisa mengabadikan momen foto sambil menikmati keasrian kebun raya.

Menurut legenda yang beredar, di hilir Sungai Kayan, tinggal suku Dayak Hupan (Dayak Kayan) yang dipimpin oleh seorang yang bernama Kuwanyi. Pada suatu hari, Kuwanyi menemukan sebutir telur besar. 

Telur itu ia rawat hingga akhirnya menetas dan mengeluarkan seorang putri yang sangat cantik, yang diberi nama Lemlai Suri. Putri Lemlai Suri kemudian menikah dengan seorang pangeran dari suku Tidung dan melahirkan seorang putra yang menjadi raja pertama di Kerajaan Bulungan.

Untuk mengenang kisah Putri Lemlai Suri, dibangunlah tugu Lemlai Suri. Tugu ini menggambarkan sebuah telur yang pecah, dengan patung Putri Lemlai Suri di tengah. Tugu ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Bulungan dan menjadi salah satu daya tarik wisata daerah.

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini