Sabtu, 7 Februari 2026 17:04 WITA

Kapolda Kaltara dampingi Menteri Kehutanan tanam mangrove di Bulungan

Menhut RI Raja Juli Antoni, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, Kapolda Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dan jajaran Forkopimda bersiap menanam mangrove di Desa Liagu, Bulungan. IST

Kapolda Kaltara dampingi Menteri Kehutanan tanam mangrove di Bulungan

Sabtu, 7 Februari 2026 17:04 WITA

BULUNGAN, QUARTAL.ID – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menjaga ekosistem pesisir saat mendampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan penanaman mangrove di Desa Liagu, Kabupaten Bulungan, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia ini rangkaian kunjungan kerja Menhut di Provinsi Kaltara guna mempercepat rehabilitasi ekosistem pesisir.

“Keberadaan mangrove bukan hanya penting bagi ekosistem, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan masyarakat pesisir,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam pelestarian lingkungan. Menurutnya, aksi penanaman ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Selain Kapolda, kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sejumlah pejabat kementerian seperti Dirjen PDASRH Dyah Murtiningsih dan Dir PK KSDAE Prof. Satyawan Pudyatmoko juga hadir guna memperkuat koordinasi program lingkungan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menhut Raja Juli Antoni juga melakukan dialog interaktif dengan masyarakat setempat. Dialog tersebut membahas sejumlah program strategis kementerian, di antaranya M4CR (Mangrove for Coastal Resilience), NASCLIM (National Adaptation Strategy for Climate Change), FP VI (Forest Programme VI).

Sebagai langkah konkret, Menhut menyerahkan bantuan bibit kepada empat Kelompok Tani Hutan (KTH), yakni KTH Mangrove Guardian, KTH Sumber Alam Sejahtera, KTH Sumber Tani Bersama, dan KTH Bumi Subur Bersama.

Di sisi lain, Gubernur Kaltara juga menyalurkan bantuan matching grant berupa bibit udang, bandeng, serta alat penangkapan kepiting kepada kelompok nelayan lokal guna mendorong ekonomi berbasis konservasi.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan produk olahan mangrove hasil binaan mitra pembangunan sebagai bukti bahwa pelestarian ekosistem mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga pesisir. (*)

Editor: Quartal

Copyright © QUARTAL 2026

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini