Rabu, 1 April 2026 13:09 WITA

Efek domino perang global ke Kaltara: Brigjen Yusuf ingatkan risiko kenaikan BBM dan kelangkaan barang

Wakapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen Pol. Yusuf memimpin apel perdana di Mapolda Kaltara, Tanjung Selor, Kaltara, Rabu (1/4/2026). IST

Efek domino perang global ke Kaltara: Brigjen Yusuf ingatkan risiko kenaikan BBM dan kelangkaan barang

Rabu, 1 April 2026 13:09 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Wakapolda Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru menjabat, Brigjen Pol. Yusuf, mengeluarkan peringatan keras terhadap praktik korupsi internal dan potensi ketidakstabilan ekonomi akibat ketegangan geopolitik global dalam apel perdana di Mapolda Kaltara, Rabu (1/4).

Dalam arahan, Yusuf menekankan pentingnya integritas rekrutmen kepolisian serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah yang mulai merambah ke tingkat lokal.

Ia menggarisbawahi komitmen institusi untuk menghapuskan praktik percaloan dalam penerimaan anggota Polri dengan menegaskan bahwa kualitas kepolisian di masa depan sangat bergantung pada transparansi proses seleksi saat ini.

Ia memperingatkan seluruh personel tidak terlibat dalam praktik ilegal tersebut, yang ia gambarkan sebagai “dosa jariyah” karena dampak buruknya akan terus mengalir bagi institusi jika merekrut anggota dengan cara yang tidak benar.

Selain masalah internal, pihak kepolisian juga melaporkan adanya risiko peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat untuk periode April hingga Agustus.

Risiko ini sebagian besar dipicu oleh faktor eksternal, termasuk ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang berpotensi mengganggu hingga 30 persen pasokan minyak dunia.

“Kondisi tersebut dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga BBM serta kelangkaan logistik di dalam negeri, yang pada akhirnya dapat memicu kerawanan sosial,” kata Wakapolda.

Menanggapi tantangan tersebut, Yusuf menginstruksikan pengamanan ketat menjelang Hari Buruh untuk mencegah eskalasi konflik yang dipicu oleh tekanan ekonomi. Ia meminta anggota Polri di lapangan untuk tetap profesional dan tidak menjadi pemicu keributan.

Menutup arahannya, Yusuf juga mengklarifikasi adanya upaya penipuan yang mencatut namanya hanya tiga hari setelah ia resmi menjabat. Laporan menunjukkan adanya oknum yang menggunakan pesan singkat untuk meminta imbalan tertentu dengan menyamar sebagai dirinya.

Ia menegaskan tidak pernah melakukan permintaan tersebut dan mengimbau siapa pun yang dihubungi oleh oknum tersebut untuk segera melapor ke staf pribadi atau langsung kepadanya demi menjaga kredibilitas kepemimpinan di wilayah perbatasan tersebut. (*)

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini