Kamis, 23 April 2026 20:40 WITA

Pantau seleksi Polri 2026, Wakapolda cek kesiapan tes psikologi di SMA 1 Tanjung Selor

Pantau seleksi Polri 2026, Wakapolda cek kesiapan tes psikologi di SMA 1 Tanjung Selor

Kamis, 23 April 2026 20:40 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Brigjen Pol Yusuf, meninjau langsung persiapan pelaksanaan tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk penerimaan anggota Polri tahun anggaran 2026.

Peninjauan ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tanjung Selor, yang akan menjadi lokasi ujian pada 24 hingga 30 April 2026 mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Yusuf didampingi oleh Kepala Biro SDM Polda Kaltara, Kombes Pol Warsono. Kehadiran para pejabat utama Polda Kaltara ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana prasarana serta teknis pelaksanaan seleksi berjalan sesuai standar transparansi dan objektifitas yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri.

Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Yusuf menjelaskan bahwa penggunaan sistem CAT dalam tahapan psikologi bertujuan untuk meminimalisir kesalahan manusia dan menjamin akurasi hasil seleksi.

Ia menegaskan bahwa setiap tahapan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik demi menjaga marwah institusi Polri dalam menjaring calon personel baru.

“Tes CAT psikologi ini tahapan penting dalam penerimaan Polri. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan sistem CAT, hasil tes akan lebih objektif dan akurat,” ujar Yusuf saat memberikan keterangan di Tanjung Selor, Kamis (23/4/2026).

Senada dengan Wakapolda, Karo SDM Polda Kaltara Kombes Pol Warsono memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak sekolah dan teknisi untuk memitigasi kendala teknis saat ujian berlangsung.

Penyiapan fasilitas yang nyaman dianggap krusial agar para peserta dapat berkonsentrasi penuh saat mengerjakan soal-soal psikologi.

“Kami telah menyiapkan sarana dan prasarana secara maksimal agar peserta dapat mengikuti tes dengan nyaman. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya integritas dalam setiap tahapan seleksi sehingga menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berkompeten,” kata Warsono.

Melalui peninjauan ini, Polda Kaltara berkomitmen menjalankan proses seleksi dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Langkah ini diyakini menyaring putra-putri terbaik Kaltara yang memiliki integritas tinggi dan kesiapan mental untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (*)

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini