JAKARTA, QUARTAL.ID – Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi membuka gelaran Festival Bulungan Berkarya di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026), sebagai langkah konkret untuk memperkuat diplomasi ekonomi daerah di kancah nasional.
Kegiatan yang mengusung tema pemberdayaan UMKM dan komoditas hijau ini bertujuan untuk menghubungkan potensi besar perdesaan di Bulungan dengan pasar modern perkotaan. Syarwani menegaskan bahwa kehadiran produk lokal di pusat perbelanjaan legendaris sekelas Sarinah merupakan kebanggaan sekaligus bukti nyata bahwa produk hasil olahan masyarakat Bulungan telah siap naik kelas.
Dalam sambutannya, Syarwani memaparkan bahwa sektor UMKM merupakan pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi Bulungan yang saat ini mencapai angka 5,54 persen. Dengan populasi pengusaha yang mencapai 12 ribu orang, pemerintah daerah berkomitmen hadir memberikan dukungan penuh melalui semangat gotong royong atau Tenguyun.
“Kehadiran produk ini merupakan wujud sinergi kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi bukti konkret keberpihakan pemerintah dalam mendorong pengusaha UMKM kita naik kelas menuju panggung nasional dan global,” ujar Syarwani.
Strategi pembangunan ini juga didukung oleh penguatan kebijakan berbasis ekologi. Kepala Bappeda Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta, menjelaskan bahwa pemkab telah menjalankan 15 program prioritas, termasuk skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) dan program Satu Desa Satu Produk.
Melalui kebijakan ini, setiap dari 74 desa di Bulungan didorong untuk memiliki produk unggulan yang didukung oleh subsidi bunga pinjaman melalui Kredit Mesra serta jaminan standar kualitas. Hal ini bertujuan agar investasi yang masuk tidak hanya mengejar angka, tetapi benar-benar memberdayakan industri dari hulu hingga hilir.
Dukungan terhadap visi Bupati Syarwani juga datang dari berbagai kementerian dan mitra strategis. Deputi Usaha Kecil Kementerian UMKM RI, Temmy Satya Permana, mengapresiasi tata kelola pemerintahan Bulungan yang mampu membangun ekosistem kolaborasi Hexahelix yang sangat lengkap.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Dalam Negeri memberikan penghargaan kepada Bulungan sebagai daerah terbaik secara nasional dalam implementasi kebijakan TAKE yang telah terintegrasi dalam RPJMD. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan bahwa pelestarian lingkungan di Bulungan dapat memberikan insentif ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa.
Di sisi lingkungan, para mitra strategis seperti Sawit Watch dan PINUS Indonesia menekankan bahwa keberhasilan Bulungan dalam menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan serta hutan melalui pola agroforestry adalah bukti bahwa perlindungan alam bisa berdampingan dengan kesejahteraan.
Direktur Sawit Watch, Achmad Surambo, menyebutkan bahwa perhutanan sosial telah menjadi sumber kekuatan pangan di tingkat desa. Hal ini selaras dengan pandangan perwakilan Kementerian Kehutanan yang menyatakan bahwa pola pengembangan wilayah terpadu di Bulungan membantu mendekatkan pasar bagi kelompok usaha perhutanan sosial agar lebih mandiri secara ekonomi.
Festival Bulungan Berkarya ditutup dengan optimisme tinggi bahwa fondasi ekonomi hijau yang inklusif telah terbentuk di Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pijakan awal untuk terus memasarkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Dengan mengintegrasikan kemajuan industri kreatif dan penjagaan sumber daya alam, Bupati Syarwani yakin Kabupaten Bulungan akan tumbuh menjadi daerah yang berdaulat, unggul, dan berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang. (advertorial)





















