JAKARTA, QUARTAL.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) sukses menorehkan prestasi di panggung nasional. Kaltara berhasil memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Anugerah Adinata Syariah 2026 sebagai bukti komitmen daerah memajukan roda ekonomi dan keuangan syariah.
Dua penghargaan yang berhasil dibawa pulang tersebut adalah kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah serta kategori The New Emerging Sharia Economic Region. Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., dalam malam puncak di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Anugerah Adinata Syariah merupakan ruang apresiasi yang diinisiasi oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) berkolaborasi dengan CNN Indonesia. Penghargaan ini didedikasikan khusus bagi pemerintah daerah yang dinilai paling progresif dan berhasil mendorong ekosistem pengembangan ekonomi serta keuangan syariah di wilayahnya.
Dalam momentum akbar tersebut, Wakil Presiden RI ke-13, K.H. Ma’ruf Amin, turut hadir dan membeberkan data perkembangan positif sektor keuangan syariah nasional yang menunjukkan kinerja tahunan yang sangat kuat.
“Tercatat sektor keuangan syariah memiliki kinerja tahunan yang kuat. Total aset keuangan syariah tumbuh 10,6 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 10 persen,” ujar Ma’ruf Amin dalam sambutannya.
Lebih lanjut Ma’ruf Amin memaparkan bahwa hingga Maret 2026, total aset keuangan syariah nasional telah menembus angka fantastis sebesar Rp10.542 triliun.
Capaian ini secara meyakinkan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dengan rasio aset keuangan syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 52 persen, atau jauh lebih tinggi dari target awal yang dipatok sebesar 45,38 persen.
Ia berharap Anugerah Adinata Syariah tidak berhenti sebagai ajang pemberian penghargaan seremonial semata. Forum ini harus mampu menjadi motor penggerak dan stimulus utama dalam memperkuat sendi-sendi ekonomi berbasis syariah di seluruh pelosok tanah air.
Bagi Pemprov Kaltara sendiri, pencapaian gemilang ini menjadi bukti valid atas konsistensi daerah dalam mengimplementasikan arah kebijakan yang sejalan dengan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI) 2025–2029. Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kaltara sebagai daerah yang sangat potensial dalam pertumbuhan ekonomi baru.
Menatap masa depan, Pemprov Kaltara berkomitmen penuh untuk terus menancap gas dan memperkuat berbagai program strategis daerah.
Beberapa langkah konkret yang akan diakselerasi pasca-penghargaan ini di antaranya adalah percepatan sertifikasi halal bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peningkatan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, serta optimalisasi instrumen keuangan sosial guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan. (Advertorial)





















