Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si. kini resmi menyandang amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru. Di balik senyum khas dan ketegasannya sebagai perwira tinggi Polri, tersimpan ikrar yang diucapkannya yaitu mewakafkan diri untuk masyarakat Kaltara.
Penulis: Quartal.ID
Estafet kepemimpinan di tubuh Polda Kaltara resmi bergulir. Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Mapolda Kaltara pada Jumat (16/10/2026) tatkala upacara Welcome and Farewell Parade digelar untuk menyambut kapolda baru sekaligus melepas pejabat lama, Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., yang kini mengemban amanah baru sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung.
Pusaka kehormatan berupa penyerahan Pataka Polda Kaltara “Ngelimut Mengka Peguna”—yang secara filosofis bermakna melindungi dan memberi manfaat—berpindah tangan dari pejabat lama ke pejabat baru. Prosesi sakral ini disaksikan langsung oleh Wakapolda Kaltara, para Pejabat Utama, Kapolres/Ta jajaran, serta seluruh personel.
Dalam pesan perpisahannya, Irjen Pol. Agus Wijayanto berpesan agar seluruh jajaran Polda Kaltara senantiasa menjaga soliditas, integritas, serta menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai tolok ukur utama pengabdian. Sementara itu, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik menyambut estafet kepemimpinan ini penuh rasa syukur, sekaligus menyampaikan doa dan apresiasi mendalam atas dedikasi pendahulunya.
Menjabat sebagai nakhoda baru di Mapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik langsung menyampaikan komitmen kerjanya. Kepada sejumlah awak media, ia menegaskan bahwa seluruh program kerjanya akan berlandaskan pada mandat Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk menyukseskan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Menerima mandat dari Bapak Kapolri, adalah untuk menyukseskan program beliau sebagai landasan utama dalam mengawal Asta Cita Bapak Presiden. Bapak Kapolri sudah meluncurkan tagline ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Jadi kami akan mengajak seluruh anggota Polda Kaltara, kita tidak boleh ada gap antara polisi dengan masyarakat,” tegas Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik.
Sisi humanis dan kedekatannya dengan publik turut tercermin dari obrolan ringan seputar hobinya. Saat ditanya awak media mengenai kegemarannya di luar tugas kepolisian, jenderal bintang satu ini berseloroh bahwa hobi utamanya adalah “menjadi polisi yang baik”.
Kendati sempat berseloroh menyukai olahraga badminton, ia dengan nada bercanda mengakui bahwa faktor lutut membuatnya harus lebih berhati-hati di lapangan. Kecintaannya pada tugas pengabdian melebur dalam kedekatan sosial tanpa sekat dengan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh anggota Polda Kaltara kita enggak boleh ada gap dengan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai wilayah perbatasan strategis yang kerap menjadi jalur perlintasan internasional, Kaltara tidak luput dari kerawanan peredaran gelap narkotika. Menghadapi ujian klasik ini, Kapolda Kaltara yang baru mematok sikap tanpa kompromi.
“Saya mengawali dengan Bismillah. Saya wakafkan diri saya untuk Kaltara, dan 100 persen tidak akan membiarkan narkoba ini merusak daerah kita. Saya akan melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh Bapak Kapolda sebelumnya, Irjen Pol. Agus Wijayanto,” tandasnya penuh keyakinan.
Ia juga menegaskan sanksi tegas bagi internal kepolisian yang terbukti bermain-main dengan barang haram tersebut. Aturan internal institusi telah mengatur mekanisme hukum secara transparan dan berkeadilan, tanpa pandang bulu.
Mitigasi Karhutla
Selain ancaman narkotika, tantangan geografis berupa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian serius Polda Kaltara. Melalui jaringan komando hingga tingkat polsek dan bhabinkamtibmas, jajaran kepolisian dikerahkan untuk bergerak aktif bersama masyarakat melakukan langkah pencegahan.
Di tengah suasana sejuk guyuran hujan yang menyirami Tanjung Selor, Jumat (16/10)—yang disyukurinya sebagai berkah dari Tuhan Yang Maha Esa—Kapolda mengimbau agar upaya mitigasi karhutla terus digalakkan secara berkesinambungan melalui sinergi lintas elemen.
Dengan mengusung semangat Pataka “Ngelimut Mengka Peguna” serta kedekatan lewat semboyan “Polisi Bersama Masyarakat”, kepemimpinan Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik diharapkan menghadirkan rasa aman, keadilan, serta perlindungan tulus bagi seluruh masyarakat di beranda terdepan NKRI ini. (*)





















