Kamis, 30 Juli 2026 10:21 WITA

Sikapi isu uang diduga palsu di ATM, Mustafah imbau warga cermat dan minta bank perketat pengawasan

Ketua Komisi II DPRD Bulungan, Mustafa. (Foto: Quartal.id)

Sikapi isu uang diduga palsu di ATM, Mustafah imbau warga cermat dan minta bank perketat pengawasan

Kamis, 30 Juli 2026 10:21 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Maraknya perbincangan masyarakat di Kabupaten Bulungan terkait temuan lembaran uang yang diduga palsu usai melakukan penarikan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bulungan, Mustafah, mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan tidak mengabaikan prosedur pemeriksaan fisik uang secara mandiri saat bertransaksi, baik di pasar tradisional maupun di fasilitas perbankan publik.

Menurut Mustafah, mesin ATM selama ini menjadi tumpuan utama masyarakat dalam mendapatkan uang tunai yang aman dan terjamin keabsahannya. Oleh karena itu, munculnya kekhawatiran warga harus direspon secara cepat dan transparan oleh pihak perbankan maupun instansi terkait.

“ATM itu fasilitas publik yang mengedepankan kepercayaan. Ketika ada warga yang merasa mendapati uang diduga palsu dari mesin ATM, hal ini tidak boleh dianggap sepele,” kata Mustafah, Kamis (30/7/2026).

Iapun mengimbau warga Bulungan untuk selalu menerapkan prinsip 3D—Dilihat, Diraba, Diterawang—bahkan tepat saat berdiri di depan mesin ATM sebelum meninggalkan lokasi.

Selain meminta masyarakat tetap tenang dan cermat, politisi Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan keuangan ini juga menyoroti pentingnya kemudahan alur pengaduan bagi nasabah. Pihaknya kerap menerima aspirasi warga yang enggan melapor karena menganggap prosedur klarifikasi di bank cukup rumit dan memakan waktu.

Mustafah menegaskan, perbankan di wilayah Bulungan harus memberikan pelayanan yang ramah, proaktif, dan tidak terkesan defensif saat menerima aduan dari masyarakat.

“Jangan masyarakat yang sudah menjadi korban justru merasa dipersulit saat melapor. Kita minta pihak bank penyedia jasa ATM kooperatif. Jika ada laporan, segera cek rekaman CCTV dan nomor seri uangnya. Berikan kepastian hukum dan perlindungan konsumen yang jelas,” tegasnya.

Guna menjaga kondusivitas perekonomian daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi tunai, Komisi II DPRD Bulungan mendorong seluruh pengelola perbankan di Tanjung Selor untuk memperketat standar operasional prosedur (SOP) saat proses pengisian uang (cash replenishment) di setiap mesin ATM, termasuk yang dikelola oleh pihak ketiga.

Ia juga berharap Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter terus memperluas edukasi ciri-ciri keaslian uang rupiah (CUKR) hingga ke tingkat masyarakat tapak batas.

“Kami di DPRD Bulungan tentu akan terus mengawal isu-isu yang menyangkut hajat hidup dan perlindungan konsumen masyarakat. Kita ingin iklim ekonomi di Bulungan tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi semua pihak,” ujarnya.

Mustafah juga membagi tips langkah praktis bagi warga Bulungan jika menemukan uang diduga palsu di ATM. Periksa Langsung di Depan Kamera CCTV ATM, yaitu lakukan pengecekan fisik uang tepat di bawah sorotan kamera CCTV mesin sebelum melangkah keluar; cetak dan simpan struk penarikan; catat nomor mesin ATM yang tertera di stiker fisik mesin atau pada struk.

“Segera lapor ke kantor vabang bawa fisik uang, struk transaksi, dan identitas diri ke customer Sservice bank terdekat untuk dilakukan penelitian lebih lanjut,” demikian Mustafah. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini