QUARTAL.ID – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., memperkuat sinergi dengan tokoh adat dan masyarakat setempat. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan silaturahmi ke Kesultanan Bulungan yang berlangsung hangat dan penuh makna adat.
Kunjungan Kapolda Kaltara bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) ini digelar pada Kamis, 6 November 2025, pukul 14.30 WITA, bertempat di Rumah Raya Kesultanan Bulungan, Jalan Kasimudin, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.
Kapolda Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy disambut dengan penghormatan tertinggi, yaitu tradisi adat Bulungan berupa Tepung Tawar. Ritual penyambutan ini melambangkan penerimaan yang tulus dan penghormatan mendalam dari pihak kesultanan.
Dalam rombongan Polda Kaltara, turut hadir Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto, Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol. Budi Rachmat, dan Dirintelkam Polda Kaltara Kombes Pol. Bagus Suseno S.I.K., M.H.
Sementara itu, dari pihak Kesultanan Bulungan, silaturahmi ini dihadiri langsung oleh Datu Buyung Perkasa (Ketua Adat Kesultanan Bulungan Provinsi Kaltara) dan Darmansyah (Ketua Kesultanan Bulungan Kabupaten Bulungan).
“Kegiatan ini adalah komitmen kami, Polda Kaltara, senantiasa menjalin komunikasi yang baik, menghormati nilai-nilai adat, dan budaya lokal, karena ini adalah pilar utama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kaltara,” tegas Kabid Humas Polda Kaltara.
Sebagai simbol persahabatan dan penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata. Kapolda Kaltara menerima hadiah istimewa berupa Kain Bultikad dari Datu Buyung Perkasa dan Darmansyah. Kain Bultikad dikenal sebagai kain khas Bulungan yang memiliki nilai adat tinggi dan filosofi mendalam.
Usai sesi silaturahmi yang akrab, Kapolda Kaltara bersama rombongan dan tokoh adat Bulungan menutup kegiatan dengan melaksanakan ziarah ke Makam Keraton Kesultanan Bulungan.
Langkah aktif Polda Kaltara ini diyakini terus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, demi terciptanya kondisi Kamtibmas Kaltara yang kondusif.





















