Minggu, 14 Januari 2024 00:34 WITA

Trik dan rahasia naik kelas untuk pengusaha kecil dari Wamen BUMN

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo. HO

Trik dan rahasia naik kelas untuk pengusaha kecil dari Wamen BUMN

Minggu, 14 Januari 2024 00:34 WITA

QUARTAL – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo memberikan tips bagi pengusaha kecil agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan menghindari kemiskinan.

Menurutnya, selain mendapatkan pembiayaan perbankan yang mudah dan mengembangkan bisnis, pengusaha kecil juga harus bisa mengelola keuangan dengan baik.

Salah satu caranya adalah memiliki aset, tabungan, dan investasi yang aman. Misalnya, membeli emas yang risikonya rendah dan likuiditasnya tinggi.

“Kalau basic investment masuk ke tabungan emas dulu supaya nggak hilang (uangnya) dan bisa dipakai kapanpun,” kata Kartika yang akrab disapa Tiko dalam acara Diskusi Taman BRI di Jakarta, Jumat (12/1).

Tiko juga menyarankan pengusaha kecil untuk memiliki asuransi, baik untuk usaha maupun pribadi. Tujuannya adalah untuk melindungi diri dari ketidakpastian dan bencana yang bisa mengganggu keuangan.

“Menghindari bencana apakah bencana alam atau bencana pribadi, asuransi masuk,” ujarnya.

Tiko menekankan pentingnya literasi perencanaan keuangan bagi pengusaha kecil yang sudah naik kelas atau memiliki keuangan yang stabil. Sebab, seringkali ada kasus di mana pengusaha kecil kembali miskin karena terkena musibah atau terjebak investasi bodong dan judi online.

“Jadi masyarakat Indonesia itu yang sudah naik kelas turun kelas lagi kelasnya, karena ada bencana keluarga bapaknya meninggal sakit, inilah masuk asuransi disana. Sehingga, mereka tidak turun kelas lagi,” tuturnya.

Tiko mengimbau pengusaha kecil untuk tidak mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Ia mengingatkan agar berhati-hati dengan koperasi simpan pinjam atau perusahaan investasi ilegal yang bisa merugikan.

“Itu penting jangan sampai wealth nya sudah terbentuk misal mereka sudah punya tabungan Rp 50 juta-100 juta jangan sampai mereka investasi di koperasi simpan pinjam yang misalnya yang kemudian dijadikan fraud misalnya,” ujarnya. *

Penulis: Quartal.ID

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini