Jumat, 19 Juni 2026 15:36 WITA

Riyanto desak kualitas menu dan tenaga kerja lokal jadi prioritas di program MBG

Riyanto desak kualitas menu dan tenaga kerja lokal jadi prioritas di program MBG

Jumat, 19 Juni 2026 15:36 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulungan mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif.

Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, menegaskan bahwa program besutan pemerintah pusat ini masih memerlukan sejumlah pembenahan mendasar, mulai dari peningkatan kualitas menu makanan hingga optimalisasi penyerapan tenaga kerja lokal.

Riyanto menjelaskan, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sejauh ini memang tidak terlibat langsung dalam rantai pengelolaan teknis program MBG maupun program pusat lainnya, seperti Sekolah Rakyat. Seluruh kendali dan mekanisme operasional berada penuh di bawah otoritas pemerintah pusat.

“Kalau dari DPRD dan pemerintah daerah, pengelolaannya memang langsung dari pusat. Jadi kami hanya mengetahui program itu berjalan, tetapi tidak terlibat dalam proses pengelolaannya,” ujar Riyanto, Jumat (19/6).

Meski berada di luar lingkar pengelolaan langsung, DPRD Bulungan tetap menaruh harapan besar agar program ini berjalan optimal demi memberikan manfaat maksimal bagi para pelajar selaku penerima manfaat utama.

Terkait adanya sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bulungan yang sempat menghentikan operasional akibat kendala fasilitas dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Riyanto menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses penyempurnaan yang wajar.

Jika ada sarana prasarana yang belum memenuhi standar, perbaikan menyeluruh memang harus dituntaskan terlebih dahulu.

Selain pembenahan fasilitas, politisi ini menyoroti masih ditemukannya tenaga kerja dari luar daerah yang dilibatkan dalam operasional program pusat di Bulungan.

Ia mendorong masyarakat setempat diberikan porsi pendelegasian yang lebih besar, baik dalam pembangunan infrastruktur pendukung maupun pada operasional harian.

“Harapan kita tentu tenaga kerja lokal yang lebih banyak dilibatkan. Masyarakat daerah juga perlu merasakan manfaat ekonomi dari program yang masuk ke Bulungan,” katanya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada kualitas menu makanan yang disajikan. Riyanto menilai beberapa porsi menu MBG yang berjalan saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar kebutuhan gizi anak-anak.

Guna mendongkrak kualitas tersebut, ia menyarankan pihak pengelola memanfaatkan komoditas pangan lokal yang melimpah di Bulungan.

Beberapa komoditas pertanian dan buah-buahan lokal seperti pisang, semangka, hingga jeruk dinilai sangat layak dimasukkan ke dalam menu harian.

Langkah ini dinilai efektif untuk memastikan kesegaran makanan sekaligus menggerakkan roda perekonomian para petani dan pelaku usaha di Kabupaten Bulungan tanpa harus bergantung pada pasokan luar daerah. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini