Selasa, 7 Mei 2024 13:23 WITA

Peluang besar investasi sektor maritim hingga industri kendaraan listrik di Kaltara

Ilustrasi - Aktivitas konstruksi di salah satu area pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Bulungan, Kaltara. IST

Peluang besar investasi sektor maritim hingga industri kendaraan listrik di Kaltara

Selasa, 7 Mei 2024 13:23 WITA

QUARTAL.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sigap menawarkan berbagai peluang investasi kepada investor lokal dan mancanegara untuk berinvestasi pada sektor maritim, migas, dan otomotif. 

“Kaltara memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan sektor perikanan, industri migas, penguatan jalur distribusi Liquefied Natural Gas (LNG), dan pengembangan ekosistem Electrical Vehicle (EV) atau mobil listrik,” kata Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, Selasa (7/5/2024). 

Tawaran tersebut dilakukan karena keberadaan Kawasan Industri HIjau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi yang terintegrasi dengan pelabuhan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Mentarang di Kabupaten Malinau dan PLTA Peso di Kabupaten Bulungan. 

“Proyek-proyek strategis itu yang bisa menjadi daya tarik utama bagi investor, ditunjang dengan sumber daya alam yang dimiliki Kaltara,” ujarnya. 

Zainal mengatakan, akses energi yang melimpah membuka jalan bagi industri-industri baru untuk berkembang pesat di Kaltara. Ia juga menegaskan, Pemprov Kaltara berkoordinasi dengan Pemerintah (Pusat) dan Pemerintah Kabupaten/Kota siap memberikan kemudahan perizinan dan insentif yang menarik bagi investor.

Ia menjelaskan, Kaltara memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti ikan, migas, dan gas alam. Hal ini menjadi modal utama untuk pengembangan sektor perikanan, industri migas, dan penguatan jalur distribusi LNG.

Di sektor perikanan, Kaltara memiliki garis pantai yang panjang dan potensi hasil laut yang berlimpah. KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi menyediakan ruang yang ideal untuk pengembangan industri pengolahan hasil laut, seperti pabrik pengolahan ikan dan pabrik pakan ternak.

Sementara itu, di sektor migas, Kaltara memiliki cadangan minyak dan gas yang cukup besar. PLTA Sungai Mentara dan PLTA Peso akan menyediakan energi yang dibutuhkan untuk industri migas, seperti pembangkit listrik dan kilang minyak.

Salah satunya adalah ditemukannya cadangan gas Cekungan Tarakan, Blok Nunukan lokasi Parang 1 oleh Pertamina. Blok ini memiliki 74 MMBO minyak bumi dan 852 BSCF gas bumi atau keseluruhannya sama dengan 221 MMBOE yang menjadi ladang migas terbesar ke-6 di dunia. 

Karena posisinya yang sangat strategis dan di perbatasan, Kaltara dapat menjadi penggerak ekonomi nasional dan kawasan terutama kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Jika terjadi kelebihan pasokan energi, dapat diekspor langsung ke Negara tetangga. 

“Kaltara dapat memberikan kontribusi terhadap peran dan tugas Pertamina sebagai tulang punggung industri migas nasional dan BUMN terkemuka dalam membawa misi nasional di tingkat dunia,” kata Gubernur. 

Sebelumnya, saat meletakkan batu pertama pembangunan PLTA Mentarang di Kabupaten Malinau pada 1 Maret 2023, Presiden RI Joko Widodo mengatakan KIHI Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan bakal menjadi tempat produksi kendaraan berbasis listrik. 

“Karena yang kita bangun nanti di kawasan Kalimantan Industrial Park Indonesia yang ada di Bulungan itu adalah yang pertama EV battery, baterai untuk mobil-mobil listrik, plus mobil listriknya ada di sana nanti,” ujar Presiden Joko Widodo kala itu. *

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini