QUARTAL.ID – Ketua DPRD Bulungan Riyanto menilai bahwa 100 hari pemerintahan Syarwani-Kilat belum dapat dijadikan tolak ukur. Namun kinerja pemerintahan sudah sangat responsif terhadap isu-isu strategis sesuai visi dan misinya.
“Kita melihat dalam kinerja 100 hari program pembangunan strategis daerah sudah berjalan meskipun belum maksimal,” kata Ketua DPRD Bulungan, Riyanto dalam keterangan resminya Selasa (3/6/2025).
Menurutnya, rentang waktu 3 bulan 10 hari atau 100 hari kerja terlalu dini untuk menilai kinerja Pemerintah Daerah. Terutama karena RPJMD Bulungan masih dalam tahap penyusunan, yang akan memuat semua program prioritas untuk mencapai visi misi pembangunan lima tahun ke depan.
Selain itu, di tengah ruang fiskal (keuangan) yang sempit dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, menjadi tantangan tersendiri bagi Pemda untuk menjalankan apa yang telah direncanakan.
“Secara objektif kita bisa menilai bidang pertanian paling ‘ngegas’ (paling cepat pertumbuhannya) selama 100 hari pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan,” kata dia.
Apalagi dengan adanya program pemerintah pusat untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional, dengan salah satu lokusnya berada di Kabupaten Bulungan.
“Program pemerintah pusat ini bagaikan gayung bersambut dengan visi misi Bulungan untuk ketahanan pangan. Tahun ini Bulungan mendapat program optimalisasi lahan (Oplah) sekitar 4.100 hektare dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” imbuhnya.
Ia juga menyebut peran aktif anak muda dalam program pembangunan daerah, terutama program Madya (Muda Berdaya, Muda Berkarya), yang dinilai cukup memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan sektor pertanian, khususnya di wilayah Sajau Hilir.
“Kebijakan yang mengarah pada 15 program prioritas sudah on the track (di jalur yang benar). Namun untuk infrastruktur tentu tidak bisa tiba-tiba dibangun, tentu ada proses dan rentetan mekanisme yang harus dilalui,” pungkasnya. (*/adv)
Quartal





















