Selasa, 30 September 2025 15:49 WITA

Antisipasi keracunan MBG terulang, Sekda Risdianto wajibkan sertifikasi dapur dan SOP ketat di Bulungan

Sekda Bulungan risdianto (kanan) dalam sebuah 'talkshow' di stasiun televisi lokal di Bulungan. HO/DKISP BULUNGAN

Antisipasi keracunan MBG terulang, Sekda Risdianto wajibkan sertifikasi dapur dan SOP ketat di Bulungan

Selasa, 30 September 2025 15:49 WITA

QUARTAL.ID – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melaksanakan rapat evaluasi komprehensif dipimpin Ketua Satgas MBG, Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto di Tanjung Selor, Senin (29/9/25).

Rapat ini bertujuan memastikan program yang menyasar lebih dari 10 ribu penerima manfaat—mulai dari anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui—berjalan dengan standar keamanan pangan tertinggi.

Risdianto menyatakan pelaksanaan program ini adalah amanat besar yang menuntut prinsip kehati-hatian dan pengawasan ketat, sebab perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan harus diperkuat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi generasi muda.

Sejak diluncurkan pada awal September 2025, program MBG melibatkan tiga dapur penyedia layanan, yaitu Yayasan Amanah Aksi Insani, Bakti Rahayu Tapara, dan Dapur MBG Fortuna Tapara.

Untuk mengantisipasi risiko dan menjamin kualitas, Satgas telah menetapkan sejumlah langkah strategis. Dalam jangka pendek, fokus utama adalah pengetatan prosedur melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengadaan dan distribusi makanan, serta pelaksanaan pelatihan keamanan pangan berbasis panduan BPOM dan Dinas Kesehatan. Selain itu, sertifikasi kelayakan wajib diberlakukan bagi seluruh dapur penyedia layanan MBG.

“Untuk jangka menengah dan panjang, Satgas berencana menerapkan sistem yang lebih terstruktur,” kata Risdianto.

Hal ini mencakup pengawasan berkala yang ditingkatkan, digitalisasi pelaporan untuk transparansi, dan pembentukan Tim Keamanan Pangan Daerah agar pengawasan menjadi lebih terstruktur dan berkesinambungan.

Satgas juga akan mewajibkan sertifikasi keamanan pangan bagi seluruh UMKM penyedia MBG, menyiapkan alokasi dana khusus untuk audit dan pelatihan, hingga melaksanakan simulasi penanganan kejadian luar biasa (KLB) pangan sebagai langkah mitigasi.

Risdianto mengatakan suksesnya program diukur dari jaminan kualitas dan keberlanjutan, dapat benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi generasi Bulungan yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mengharapkan sinergi lintas sektor dan dukungan penuh masyarakat. (*/rls)

Quartal

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini