Sabtu, 15 November 2025 21:39 WITA

Kapolda Kaltara instruksikan personel antisipasi cuaca ekstrem dan La Niña 2026 di apel kesiapsiagaan

Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memeriksa kesiapan personel apel ksiapsiagaan bencana 2025. HO/POLDA KALTARA

Kapolda Kaltara instruksikan personel antisipasi cuaca ekstrem dan La Niña 2026 di apel kesiapsiagaan

Sabtu, 15 November 2025 21:39 WITA

QUARTAL.ID – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Bertempat di Lapangan Mapolda Kaltara, Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat digelar pada Rabu, 15 November 2025, sebagai upaya terpadu untuk memperkuat respons dan mitigasi bencana di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).

Apel konsolidasi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. Kehadiran para pimpinan lembaga daerah menunjukkan komitmen sinergi yang kuat.

Turut hadir Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Andries Hermanto, S.I.K., S.H., M.Si., PJU Polda, serta tokoh-tokoh kunci Forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya Ketua Pengadilan Tinggi Kaltara Dr. Marsudin Nainggolan, Kepala BPBD Provinsi Andi Amriampa, Kasi Ops Korem 092/Mrl Kolonel Inf. Lawdewick B K Tobing, dan Kepala Basarnas Provinsi.

Kapolda bersama pimpinan instansi terkait, termasuk Kepala BPBD, Kepala Basarnas, dan Wakil Bupati Bulungan, secara simbolis melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel serta inventaris sarana dan prasarana (Sarpras) pendukung. Pemeriksaan ini mencakup kendaraan taktis dan peralatan tanggap darurat yang telah disiapkan untuk menghadapi potensi bencana.

Kegiatan di Kaltara ini merupakan bagian dari aksi serentak yang dilakukan oleh seluruh Polda di Indonesia, menyikapi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat 2.606 kejadian bencana alam hingga Oktober 2025.

Bersamaan dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah nasional telah memasuki musim hujan dan memprediksi potensi kemunculan fenomena La Niña pada periode November 2025 hingga Februari 2026.

Dalam amanat Kapolri yang disampaikan oleh Kapolda Kaltara, ditekankan delapan poin penting yang menjadi pedoman operasional di lapangan. Penekanan tersebut mencakup pentingnya deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana, penyampaian informasi dan imbauan Kamtibmas, memastikan kesiapan optimal personel dan Sarpras, serta pelaksanaan simulasi tanggap darurat secara rutin.

Selain itu, Kapolri memerintahkan agar setiap respons dilakukan secara cepat, tepat, dan penuh empati, dengan selalu berpedoman pada prosedur penanggulangan bencana yang profesional.

Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini adalah wujud nyata komitmen TNI-Polri dan seluruh stakeholder dalam menjamin keselamatan masyarakat. Beliau menyoroti pentingnya penanganan aspek psikologis korban.

“Bencana tidak hanya berdampak pada kerugian materiil, tetapi juga psikologis. Oleh karena itu, tim dari Biddokkes akan hadir untuk memberikan trauma healing kepada para korban,” jelas Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menambahkan bahwa upaya mitigasi juga diintensifkan melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai langkah-langkah antisipatif menghadapi hujan deras, badai, dan kondisi ekstrem lainnya.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang terintegrasi ini, Polda Kaltara optimis mampu meminimalisir dampak bencana secara sigap, cepat, dan tepat, demi menjamin keamanan dan keselamatan publik di wilayah Kaltara. *

Penulis: Polda Kaltara
Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini