Senin, 20 Juli 2026 15:31 WITA

Di Malinau, Wakapolda ingatkan personel jaga niat pengabdian dan tolak sikap acuh sesama anggota

Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke markas Polres Malinau guna bertatap muka sekaligus memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran personel yang bertugas di daerah tersebut. IST

Di Malinau, Wakapolda ingatkan personel jaga niat pengabdian dan tolak sikap acuh sesama anggota

Senin, 20 Juli 2026 15:31 WITA

MALINAU, QUARTAL.ID – Penguatan soliditas internal dan penyegaran mentalitas pelayanan di tubuh kepolisian kembali digelorakan di wilayah hukum Kalimantan Utara (Kaltara).

Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., melakukan kunjungan kerja ke markas Polres Malinau guna bertatap muka sekaligus memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran personel yang bertugas di daerah tersebut.

Di hadapan seluruh jajaran, Wakapolda Kaltara mengajak setiap anggota untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi mendalam mengenai perjalanan awal mereka saat memilih mengabdikan diri di institusi Polri.

Menurutnya, mengingat kembali komitmen awal sangat krusial agar integritas personel tidak goyang di tengah beratnya tantangan lapangan.

“Saya mengajak kita semua untuk merefleksikan kembali niat tulus dan semangat pengabdian yang menjadi landasan ketika pertama kali mengenakan seragam Bhayangkara. Jangan pernah lupakan itu,” ujar Brigjen Pol. Yusuf di Malinau, Senin (20/7/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pangkat dan jabatan yang melekat pada setiap personel saat ini merupakan amanah besar yang wajib dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, institusi, hingga Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, pelayanan publik yang profesional, disiplin yang ketat, serta kepatuhan penuh terhadap etika kepolisian harus menjadi standar mati yang tidak boleh ditawar dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

Wakapolda Kaltara juga menaruh perhatian khusus pada aspek kepedulian antarsesama rekan kerja. Lingkungan kerja yang sehat dan harmonis tidak akan tercipta jika personel bersikap masa bodoh terhadap kondisi rekannya.

“Lingkungan kerja yang harmonis itu lahir dari rasa saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling membantu ketika ada anggota yang menghadapi kesulitan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan pribadi,” tegasnya.

Melalui penekanan tersebut, semangat kekeluargaan dan solidaritas yang kuat diharapkan dapat menjadi fondasi utama dalam menciptakan organisasi Polri yang semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat di perbatasan. (*)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini