Senin, 20 Juli 2026 12:40 WITA

Bukan cuma pembekalan, Dewan patok standar tinggi untuk 74 kades peserta retreat

Ketua DPRD Bulungan Riyanto (tiga kiri depan) bersama Bpati Bulungan Syasrwani (dua kiri depan) berfoto dengan sejumlah kepala desa saat pembukaan retreat di Tanjung Selor, Senin (20/7/2026). IST

Bukan cuma pembekalan, Dewan patok standar tinggi untuk 74 kades peserta retreat

Senin, 20 Juli 2026 12:40 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Upaya mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa di Kabupaten Bulungan terus mendapat pengawalan ketat dari jajaran wakil rakyat.

Penguatan kapasitas kepemimpinan melalui agenda Retreat yang diikuti 74 Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bulungan dinilai sebagai momentum krusial untuk melahirkan tata kelola desa yang lebih profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi warga.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan menegaskan dukungannya terhadap program penguatan SDM aparatur desa tersebut. Namun, dukungan ini diiringi harapan besar agar capaian kegiatan tidak sekadar berhenti pada ruang pembekalan, melainkan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik di lapangan.

Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, mengingatkan secara tegas bahwa amanah yang diemban seorang kepala desa berhadapan langsung dengan ekspektasi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, hasil dari retreat harus langsung dirasakan dampaknya begitu para kades kembali ke wilayah tugas masing-masing.

“Retreat ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Harus menghasilkan pemimpin desa yang lebih disiplin, profesional, dan mampu menjalankan pemerintahan secara transparan. Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Riyanto, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah, integritas kades menjadi kunci utama agar percepatan pembangunan daerah dapat berjalan seirama dari tingkat kabupaten hingga ke pelosok RT dan RW.

Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD Bulungan memastikan akan terus mengawal implementasi program serta penggunaan Dana Desa agar tepat sasaran dan berdaya guna.

Riyanto menekan pentingnya keterbukaan dan kepatuhan terhadap aturan agar tidak ada anggaran publik yang tersia-siakan atau bahkan berbenturan dengan masalah hukum.

“Kami di DPRD tentu mendukung penuh peningkatan kapasitas kepala desa. Namun, dukungan itu harus dibuktikan dengan kinerja yang semakin baik, pelayanan yang cepat, serta pengelolaan Dana Desa yang akuntabel dan bebas dari penyimpangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi yang harmonis antara Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat, dan aparat penegak hukum adalah fondasi utama menciptakan iklim pembangunan desa yang kondusif.

Melalui momentum ini, DPRD Bulungan berharap 74 kades yang telah dibekali dapat menjadi teladan kepemimpinan yang responsif, mengutamakan musyawarah, serta mampu menggali potensi desa demi meningkatkan taraf hidup warga.

“Tunjukkan bahwa kepala desa adalah pemimpin yang mampu bekerja, menjaga kepercayaan rakyat, dan mengelola setiap rupiah anggaran secara bertanggung jawab. DPRD Bulungan akan terus mendukung sekaligus mengawasi agar pembangunan desa benar-benar berjalan murni untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Riyanto. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini