Selasa, 9 Juni 2026 23:32 WITA

Bulungan Job Fair 2026, Dwi Sugiarto minta investasi prioritaskan pekerja lokal

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulungan, Dwi Sugiarto (kemeja abu gelap) Bersama Bupati BUlungan Syarwani memantau pelaksanaan Bulungan Job Fair 2026 di Tanjung Selor 9 Juni 2026. IST

Bulungan Job Fair 2026, Dwi Sugiarto minta investasi prioritaskan pekerja lokal

Selasa, 9 Juni 2026 23:32 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan mengawal ketat kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menyerap peluang kerja seiring derasnya arus investasi di Kaltara.

Langkah ini dilakukan agar bertambahnya jumlah perusahaan di daerah memberikan dampak langsung bagi pengurangan angka pengangguran warga lokal.

Pengawalan isu ketenagakerjaan ini ditegaskan kembali pasca-gelaran Bulungan Job Fair 2026 yang menghadirkan 23 perusahaan dengan total 672 lowongan pekerjaan baru-baru ini.

Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto, menilai banyaknya kebutuhan tenaga kerja yang ditawarkan perusahaan menunjukkan potensi ekonomi Bulungan sangat besar. Namun, keterbatasan kualifikasi dan ketidaksesuaian (mismatch) antara kompetensi pencari kerja dengan standar industri kerap menjadi tantangan utama penyerahan tenaga kerja lokal.

“Peluang kerja sebenarnya ada dan cukup besar. Tantangannya sekarang bagaimana tenaga kerja lokal bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan sehingga kesempatan itu tidak diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah,” ujar Dwi Sugiarto, Selasa (9/6/2026).

Dwi menekankan, hadirnya investasi dan proyek industri berskala besar jangan sampai menempatkan masyarakat daerah hanya sebagai penonton. Ketersediaan lowongan pekerjaan harus disikapi pemerintah daerah dengan menyiapkan program pelatihan kerja yang presisi dan relevan dengan pasar industri saat ini.

“Sering kali lowongannya tersedia, tetapi kompetensi yang dicari perusahaan belum sepenuhnya dimiliki pencari kerja. Kondisi seperti ini yang harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai investasi terus berkembang, tetapi masyarakat lokal tidak ikut menikmati dampaknya,” tegas Dwi.

DPRD Bulungan mengapresiasi pelaksanaan Job Fair sebagai wadah strategis yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara transparan. Hasil dan peta kebutuhan tenaga kerja dari bursa kerja tersebut diharapkan menjadi acuan evaluasi bagi Pemkab Bulungan dalam menyusun program pelatihan vokasi, sertifikasi keahlian, hingga penguatan sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri.

Melalui pengawalan terhadap penguatan kompetensi ini, DPRD Bulungan optimistis tenaga kerja lokal memiliki daya saing tinggi sehingga mampu mengisi posisi-posisi strategis di berbagai perusahaan di daerahnya sendiri. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini