Selasa, 31 Maret 2026 19:04 WITA

Kawal transparansi bagi 1.326 peserta, Kapolda Kaltara tegaskan rekrutmen Polri 2026 tanpa celah kecurangan

Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, memimpin secara langsung pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026. IST

Kawal transparansi bagi 1.326 peserta, Kapolda Kaltara tegaskan rekrutmen Polri 2026 tanpa celah kecurangan

Selasa, 31 Maret 2026 19:04 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, memimpin secara langsung pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rupatama Bharadaksa pada Selasa (31/3/2026) ini dihadiri oleh jajaran petinggi kepolisian daerah, panitia, serta perwakilan peserta dan orang tua calon anggota.

Langkah ini merupakan komitmen kepolisian untuk memastikan seluruh proses rekrutmen berjalan secara transparan dan bebas dari praktik kecurangan di wilayah hukum Kaltara.

Tercatat sebanyak 1.326 pendaftar, yang terdiri atas 1.150 pria dan 176 wanita, mengikuti seleksi tahun ini. Rincian peserta meliputi 45 calon Taruna Akpol, 1.255 pendaftar Bintara, serta 26 peserta untuk formasi Tamtama yang dialokasikan bagi satuan Brimob dan Polair.

Guna menjamin kualitas seleksi, Polda Kaltara menerapkan sistem digital melalui aplikasi C&C Polri serta teknologi pemindaian wajah (face matching) untuk verifikasi identitas, yang didukung oleh pengawasan ketat baik dari pihak internal maupun eksternal.

Dalam arahannya, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menekankan bahwa rekrutmen ini merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul dan presisi, khususnya untuk penugasan di wilayah perbatasan yang membutuhkan integritas tinggi.

“Saya ingatkan seluruh panitia menjaga profesionalisme dan menutup segala celah penyimpangan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat,” tutur Kapolda.

Ia juga menegaskan bahwa pakta integritas yang telah ditandatangani adalah pedoman moral yang harus diimplementasikan secara nyata dalam setiap tahapan seleksi. (*)

Editor: Quartal.id

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini