Rabu, 3 Juni 2026 17:21 WITA

Kawal proyek strategis, Wagub Ingkong Ala tancap gas selesaikan kendala lahan SMA Unggul Garuda

Wagub Kaltara Ingkong Ala meninjau lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan di Tanjung Selor, Bulungan, Rabu (3/6/2026). (Foto: Istimewa)

Kawal proyek strategis, Wagub Ingkong Ala tancap gas selesaikan kendala lahan SMA Unggul Garuda

Rabu, 3 Juni 2026 17:21 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., bergerak cepat merespons hambatan yang dihadapi pada proyek pembangunan SMA Unggul Garuda Provinsi Kaltara di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Hal itu ditegaskannya saat meninjau lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan di Tanjung Selor, Bulungan, Rabu (3/6/2026).

Wagub Kaltara menekankan bahwa pembangunan SMA Unggul Garuda merupakan program bersama yang sangat krusial bagi masa depan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltara dan Nasional.

Oleh sebab itu, segala hambatan di lapangan harus segera dituntaskan agar tidak mengganggu jalannya proyek nasional ini.

Terkait laporan mengenai adanya tumpang tindih (overlap) batas lahan hibah serta keberadaan makam warga di area site konstruksi, Wagub Ingkong Ala langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk turun tangan.

Pihak kontraktor juga diminta proaktif membantu proses penyelesaian darurat tersebut.

“Berdasarkan regulasi BPN, sengketa atau persoalan batas seperti ini memang harus diselesaikan secara klir dengan pihak yang bersangkutan agar tidak memicu konflik sosial di kemudian hari. Saya minta siapkan data-data yang valid, panggil para pihak pemilik tanah di sana untuk duduk bersama membicarakan solusi terbaiknya,” tegas Wagub Ingkong Ala.

Demi memastikan proyek berjalan lancar, Wagub menyatakan komitmennya untuk aktif turun langsung ke lapangan memantau perkembangan, yang juga wajib diikuti oleh keaktifan dinas teknis terkait.

Terhadap persoalan makam warga, Wagub memberikan jaminan solusi berupa rencana pemanggilan pihak keluarga pemilik makam guna mencari jalan keluar bersama yang humanis.

Sementara itu dari sisi teknis, PPK Sekolah Garuda, Mantong, memaparkan bahwa hingga memasuki minggu ke-16 di tahun 2026, progres pembangunan fisik secara akumulatif telah berhasil mencapai angka 22%.

Pihak PPK saat ini tengah menerapkan skema percepatan khusus untuk pembangunan ruang kelas. Langkah ini diambil karena ruang-ruang kelas tersebut ditargetkan sudah bisa difungsikan dan diselesaikan gedungnya pada awal Juli 2026 mendatang.

“Secara keseluruhan, progres pembangunan total ruang kelas saat ini sebenarnya sudah menyentuh angka 90 persen, di mana masing-masing ruangan berkapasitas 20 siswa. Untuk tahap awal ini kami membangun 160 unit dulu, namun yang menjadi prioritas utama adalah 80 unit ruang kelas di sisi kiri sesuai dengan jadwal yang disepakati di dalam kontrak,” urai Mantong.

Ia menambahkan, sejauh ini kendala operasional di lapangan masih bersifat normatif. Pihaknya sempat mengkhawatirkan pasokan material bangunan, namun saat ini logistik material sudah seratus persen tiba di Pelabuhan Kayan dan seluruhnya telah didrop ke ‘site’ pembangunan SMA Garuda.

Terkait substansi audiensi dengan Wagub, Mantong mengapresiasi respons cepat dan komitmen Pemprov Kaltara. Pihaknya membutuhkan intervensi pemerintah daerah untuk memperjelas kembali batas-batas lahan hibah dari Pemprov Kaltara serta penyelesaian area pemakaman warga yang berada di dalam plot pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi pertemuan hari ini. Pak Wagub langsung memberikan solusi konkret dan berkomitmen membantu mencarikan jalan keluar, termasuk rencana memanggil pihak keluarga pemilik makam agar persoalan ini klir dan tidak membebani target penyelesaian kontrak kami,” pungkas Mantong.

Sebagai informasi, lingkup pekerjaan raksasa pada Pembangunan SMA Unggul Garuda Kaltara ini terbilang sangat komprehensif, meliputi pematangan lahan, pembangunan gedung akademik, bangunan kelas, Balairung Serbaguna, teater seni dan pertunjukan, graha putra dan putri, apartemen staf, masjid, rumah dinas tipe I dan II, gerbang dan pos jaga, rumah logistik, rumah pompa, rumah daya, lapangan sepak bola, hingga pembangunan utilitas kawasan secara terintegrasi.

Sesuai dengan ikatan kontrak, pihak PPK dan kontraktor optimistis seluruh bangunan dan fasilitas sekolah tersebut dapat rampung total pada September 2026. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini