Senin, 20 Juli 2026 11:31 WITA

Cetak personel unggul berbasis moral, Polda Kaltara resmi buka Pendidikan Bintara SPKT 2026

Wakapolda Kaltara Brigjen Po. Yusuf memeriksa pasukan pada pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan yang berlangsung di SPN Polda Kaltara, Kabupaten Malinau, Senin (20/7/2026). IST

Cetak personel unggul berbasis moral, Polda Kaltara resmi buka Pendidikan Bintara SPKT 2026

Senin, 20 Juli 2026 11:31 WITA

MALINAU, QUARTAL.ID – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda Kaltara) berkomitmen penuh melahirkan generasi baru Korps Bhayangkara yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul secara moral dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Komitmen ini ditandai dibukanya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026. Upacara pembukaan yang berlangsung di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara, Kabupaten Malinau, Senin (20/7/2026) tersebut dipimpin Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf.

Upacara pembukaan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malinau, Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, serta berbagai elemen tamu undangan daerah.

Pada tahun anggaran kali ini, sebanyak 66 calon siswa terpilih dinyatakan siap lahir batin untuk menempuh kawah candradimuka pendidikan pembentukan, sebelum nantinya secara resmi dilantik sebagai anggota Polri yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Yusuf menegaskan bahwa masa pendidikan ini untuk mengubah status dari warga sipil menjadi anggota Polri. Lebih mendalam, proses pendidikan ini adalah fase transformasi menyeluruh yang menyentuh aspek pengetahuan, peningkatan keterampilan, pembentukan sikap penugasan, pematangan karakter mental, hingga revolusi budaya kerja.

“Setiap peserta didik dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak pelayanan yang mahir dan terampil, khususnya saat ditempatkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang merupakan pintu gerbang utama interaksi kepolisian dengan masyarakat,” tuturnya.

Menariknya, kurikulum pendidikan tahun ini mengusung tema strategis yang sangat relevan dengan dinamika bangsa, yaitu “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”.

Penyelarasan tema ini dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026 membuktikan bahwa Polda Kaltara aktif mengambil peran dalam menyukseskan program-program strategis nasional melalui penyediaan sumber daya manusia Polri yang matang secara intelektual, bermoral tinggi, serta peka terhadap dinamika ketahanan nasional.

Di hadapan puluhan calon siswa, Wakapolda menitipkan beberapa pesan yang wajib dijadikan kompas moral selama menempuh masa gemblengan di SPN Polda Kaltara. Para siswa diminta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai fondasi utama kehidupan kepolisian.

Selain itu, kecepatan dalam beradaptasi dengan aturan lembaga yang ketat serta kesiapan fisik dan mental yang prima wajib dikedepankan dengan cara membuang jauh-jauh kebiasaan buruk, sikap manja, ataupun perilaku individualistis.

Wakapolda juga mengingatkan para siswa agar selalu merawat motivasi awal dan cita-cita mulia mereka saat rasa lelah melanda, sekaligus menjaga semangat belajar yang tinggi demi menjadi insan Bhayangkara yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan dan literasi.

Menutup arahannya, jenderal bintang satu ini memberikan instruksi khusus yang tegas kepada jajaran pendidik, instruktur, dan pengasuh di SPN Polda Kaltara. Ia menekankan pentingnya peran para tenaga didik sebagai teladan terbaik dalam kedisiplinan, tutur kata, hingga integritas kerja.

Pengelola lembaga pendidikan diinstruksikan untuk terus membangun ekosistem belajar yang sehat, kompetitif, solid, dan saling mendukung. Dengan mengenali keunikan kondisi psikologis dan fisik setiap peserta didik secara presisi, Polda Kaltara optimistis seluruh proses pembentukan ini dapat berjalan sukses tanpa meninggalkan satu pun siswa di belakang. (*)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini