Selasa, 24 Februari 2026 22:12 WITA

Sepasang cahaya di Tanjung Palas: Uluran tangan Bhayangkari Kaltara menjemput asa yang nyaris redup

Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Kaltara, Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy, bersama jajaran saat berkunjung langsung ke kediaman keluarga prasejahtera di Tanjung Palas, Bulungan. IST

Sepasang cahaya di Tanjung Palas: Uluran tangan Bhayangkari Kaltara menjemput asa yang nyaris redup

Selasa, 24 Februari 2026 22:12 WITA

BULUNGAN, QUARTAL.ID – Di sebuah sudut Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, riuh rendah dunia terasa begitu jauh bagi dua kakak beradik yang tumbuh dalam sunyi dan gelap. Terlahir dengan keterbatasan penglihatan di tengah keluarga prasejahtera, hari-hari mereka tak hanya diuji oleh gelapnya pandangan, tapi juga oleh tantangan gizi dan fasilitas hidup yang terbatas.

Namun, Sabtu (21/2) lalu, kesunyian di rumah sederhana itu pecah oleh langkah-langkah hangat yang membawa harapan baru.

Kehadiran Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy bersama jajaran Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah Kaltara membawa pesan bahwa mereka tidak sendirian.

Melihat kondisi kedua anak tersebut, bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan martabat dan kualitas hidup mereka sehari-hari. Tim YKB menyulap sudut-sudut rumah yang semula seadanya dengan kasur baru yang layak untuk istirahat yang lebih berkualitas. Juga kipas angin untuk menghalau teriknya siang di dalam rumah. Dan, paket sembako dan kebutuhan dasar sebagai penopang gizi dan kesehatan mereka.

Momen haru terekam saat Ny. Sari berinteraksi langsung dengan keluarga tersebut. Baginya, bantuan materi adalah jembatan, namun dukungan moral merupakan fondasi utama bagi keluarga penyandang disabilitas terus melangkah.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang menghadapi ujian hidup tidak merasa sendiri. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat untuk terus berjuang,” ungkap Ny. Sari dengan tulus.

Langkah YKB Peduli ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik angka-angka statistik, ada wajah-wajah manusia yang butuh dirangkul. Aksi ini merupakan upaya nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif—di mana anak-anak dengan kebutuhan khusus mendapatkan haknya untuk hidup nyaman dan diperhatikan secara setara.

Hari itu, di Tanjung Palas, bantuan yang datang adalah catatan bahwa dunia masih memiliki hati yang luas untuk menjaga mimpi setiap anak Kaltara. (*)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini