Rabu, 24 Januari 2024 23:58 WITA

Bankaltimtara cuan setengah triliun, pembiayaan kredit tumbuh 12,02 persen

Bankaltimtara cuan setengah triliun, pembiayaan kredit tumbuh 12,02 persen

Rabu, 24 Januari 2024 23:58 WITA

QUARTAL.ID – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur – Kalimantan Utara (Bankaltimtara) berhasil meningkatkan kinerja keuangannya pada 2023 dengan rincian laba tumbuh 17,7 persen dan kredit tumbuh 12,02 persen.

“Realisasi aset pada Desember 2022 sebesar Rp41,8 triliun tumbuh di 2023 menjadi Rp49,3 triliun atau tumbuh 17,87 persen,” kata Komisaris Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani di Tanjung Selor, Rabu.

Pas aspek kredit, Bankaltimtara menyalurkan kredit sebesar Rp17,2 triliun pada 2022, kemudian tumbuh pada 2023 menjadi Rp19,3 triliun atau 12,02 persen.

Kredit produktif yang mencakup kredit korporasi atau perusahaan tumbuh dari Rp4,3 triliun pada 2022 menjadi Rp5,5 triliun pada 2023 atau 8,2 persen. Sedangkan kredit UMKM juga tumbuh dari Rp2,5 triliun pada 2022 menjadi 2,8 triliun pada 2023.

“Kredit produktif ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Zainuddin.

Adapun kredit konsumsi, juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp10,8 triliun pada 2023 dari Rp10,3 triliun pada 2022.

“Meskipun pertumbuhannya kecil, kredit konsumsi tetap menjadi perhatian kita sebab resikonya kecil karena kebanyakan adalah pegawai negeri sipil untuk memenuhi segala macam kebutuhannya,” ujarnya.

Bankaltimtara mencatatkan laba (sebelum dipotong pajak) sebesar Rp534,3,5 miliar pada periode Januari sampai 31 Desember 2023. Pada 2022, laba terhimpun Rp453,5 miliar.

Bankaltimtara menargetkan laba pada 2024 sebesar Rp935 miliar dan optimistis bisa merealisasikannya lebih dari Rp1 triliun.

“Kami sudah memasukkan dalam rencana bisnis 2024 dan tolong doa dan support-nya untuk kami mencapai itu,” kata dia.

Dia menegaskan, laba akan dikelola dalam rangka meningkatkan pelayanan Bankaltimtara di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terutama meningkatkan pelayanan berbasis digital.

“Ini yang kami dorong supaya bisa memberikan layanan tepat waktu, dan ini pilihan yang sangat tepat bagi Kaltimtara,” kata dia. 

Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat turun atau minus 3,8 persen. Pada 2022 DPK mencapai Rp35,1 triliun dan pada 2023 Rp33,9 triliun.

Penurunan terjadi pada DPK Pemda yaitu pada 2022 sebesar 17,3 triliun menjadi Rp11,6 triliun pada 2023. Komponennya adalah giro dan deposito.

“Semuanya turun karena pemda pada posisi akhir tahun membalanjalankan kas daerah untuk membayar proyek-proyek pembangunan,” kata Zainuddin.

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini