QUARTAL.ID – Stunting atau tengkes, masalah gizi kronis pada anak balita, menjadi perhatian serius di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Untuk mengatasi permasalahan ini, Polda Kaltara bersama Polres Nunukan menginisiasi kegiatan kunjungan ke rumah-rumah warga yang memiliki anak balita stunting.
Polisi Peduli, Masyarakat Sehat
Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (5/9/2024) ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Tim gabungan yang dipimpin oleh Kabid Propam Polda Kaltara, Kombes Pol. Krishadi Permadi, mengunjungi beberapa rumah di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.
“Kami tidak hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam upaya menurunkan angka stunting di Kalimantan Utara,” ujar Kombes Pol. Krishadi.
Apa Itu Stunting dan Mengapa Penting Dicegah?
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu panjang. Anak stunting memiliki tinggi badan lebih rendah dari anak seusianya. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan otak, menurunkan imunitas tubuh, dan berdampak pada produktivitas di masa depan.
Solusi Bersama untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan bantuan sembako kepada keluarga yang memiliki anak stunting. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, sanitasi yang baik, dan pengasuhan yang tepat juga disampaikan kepada orang tua.
“Kami optimistis kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Dengan bekerja sama, kita bisa menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambah Kombes Pol. Krishadi.
Mari Bergabung Melawan Stunting
Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Selain pemerintah dan aparat penegak hukum, peran masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan stunting. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Konsumsi makanan bergizi: Pastikan anak mendapatkan makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup.
- Perhatikan kebersihan: Jaga kebersihan lingkungan sekitar, terutama sumber air minum.
- Bawa anak ke posyandu: Pantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara teratur dengan membawa anak ke posyandu.
- Berikan ASI eksklusif: ASI adalah makanan terbaik untuk bayi berusia 0-6 bulan. *
Editor: Quartal.ID





















