Senin, 8 Juni 2026 16:36 WITA

Satukan ideologi dan aksi iklim, Pemprov suarakan pesan moral dan gerakan pilah sampah dari rumah

Wagub Kaltara menyalami peserta upacara di lapangan Agatis Tanjung Selor, Senin (8/6/2026). (Foto: IST)

Satukan ideologi dan aksi iklim, Pemprov suarakan pesan moral dan gerakan pilah sampah dari rumah

Senin, 8 Juni 2026 16:36 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Lapangan Agathis Tanjung Selor menjadi tempat khidmatnya upacara ganda yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., memimpin langsung peringatan Hari Lahir Pancasila sekaligus Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Senin (8/6/2026).

Upacara besar ini diikuti turut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pengawas, fungsional, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Non-ASN di lingkungan Pemprov Kaltara.

Dalam amanatnya, Wagub Ingkong Ala membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), Yudian Wahyudi. Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perisai keutuhan domestik, tetapi juga modal diplomasi global.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dikelola. Pancasila adalah jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Wagub.

Wagub menambahkan, Pancasila merupakan landasan utama kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa ini menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia untuk menjembatani perbedaan serta meredam berbagai konflik internasional.

Tak hanya bicara tentang ideologi, upacara ini dirangkaikan secara harmonis dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusungkan pemikiran aksi nyata lewat tema “Act Now For Climate”.

Saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup, Wagub Ingkong Ala mengingatkan seluruh peserta upacara mengenai ancaman nyata triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga krisis ini dinilai saling berkelindan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, hingga sosial global.

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terdampak. Data menunjukkan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah pesisir yang dihantui risiko kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, serta ancaman ketahanan pangan. Terlebih, lebih dari 90 persen bencana alam yang terjadi di tanah air merupakan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Kaltara mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam menjaga bumi, dimulai dari lingkungan terkecil.

“Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan hilir atau sekadar dibuang ke TPA. Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Utara untuk menyukseskan Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga demi mewujudkan Indonesia yang asri,” pungkas Wagub. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini