Selasa, 14 Juli 2026 23:23 WITA

Pelopor karbon biru Nasional, Kaltara dan Pusat padukan kelestarian ekologi dan pertumbuhan ekonomi

Rapat koordinasi bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, membahas penyiapan Proyek Karbon Biru Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di kantor gubernur Kaltara, Selasa (14/7/2026). IST

Pelopor karbon biru Nasional, Kaltara dan Pusat padukan kelestarian ekologi dan pertumbuhan ekonomi

Selasa, 14 Juli 2026 23:23 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bergerak aktif mengamankan serta memaksimalkan potensi ekosistem pesisir melalui program berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.

Komitmen ini ditunjukkan dengan digelarnya rapat koordinasi bersama jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, membahas penyiapan Proyek Karbon Biru Mangrove for Coastal Resilience (M4CR).

Rapat dilaksanakan di Tanjung Selor, Bulungan, Selasa (14/7/2026). Pembahasan ini dipimpin Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum bersama Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, serta dihadiri Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E dan perwakilan pemerintah daerah di Kaltara.

Gubernur Zainal menegaskan Pemprov Kaltara menyambut baik dan siap memberikan dukungan percepatan implementasi program M4CR, khususnya Sub-Komponen 1.4.

Program rehabilitasi dan perlindungan mangrove ini dinilainya tidak hanya krusial untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi perubahan iklim, melainkan juga memiliki potensi bernilai ekonomi tinggi melalui skema karbon biru (blue carbon) yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat pesisir.

Guna memastikan proyek ini berjalan secara sinergis dan menyentuh seluruh wilayah pesisir potensial, Pemprov Kaltara merangkul pemerintah daerah kabupaten. Secara khusus, jalannya penyiapan proyek ini melibatkan tiga kepala daerah yang memiliki wilayah sebaran mangrove potensial di Kaltara, yakni Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan.

Langkah ini diperkuat dengan kehadiran perwakilan kementerian terkait, seperti jajaran Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dari Kementerian Kehutanan serta Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kehadiran ahli dan spesialis, termasuk manajer unit pelaksana (PIU), analis karbon biru, hingga spesialis pengamanan sosial (social safeguard) M4CR, memastikan bahwa penyiapan proyek ini dirancang secara komprehensif, aman, dan taat terhadap regulasi nasional maupun standar global.

Melalui program M4CR ini, Pemprov Kaltara optimis mewujudkan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dan mandiri. Sinergi yang kuat antara Kemenko Pangan, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten juga diyakininya bisa mengantarkan Kaltara menjadi salah satu daerah pelopor keberhasilan pengelolaan karbon biru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kelestarian ekologi pesisir Indonesia. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini