Selasa, 14 Juli 2026 11:34 WITA

Dari coffee morning Forkopimda: Kejar pajak vendor dan pelat luar daerah demi PAD, hingga kesiapan latihan Kopassus-US Army di perbatasan

Dari coffee morning Forkopimda: Kejar pajak vendor dan pelat luar daerah demi PAD, hingga kesiapan latihan Kopassus-US Army di perbatasan

Selasa, 14 Juli 2026 11:34 WITA

TANJUNG SELOR, QUARTAL.ID – Setelah cukup lama terhenti, agenda Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali digelar dengan penuh kehangatan di Tanjung Selor, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan hangat ini melahirkan sejumlah pembahasan strategis dan taktis, mulai dari instruksi memperketat pajak vendor serta kendaraan luar daerah demi mendongkrak pendapatan daerah, hingga kesiapan infrastruktur pertahanan perbatasan menjelang latihan militer bersama antara Kopassus dan tentara Amerika Serikat.

Hadir dalam agenda ini Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., Wakil Gubernur Ingkong Ala, S.E., M.Si., Ketua DPRD Kaltara H. Achmad Djufrie, S.E., M.Si., Kapolda Kaltara Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.H., S.I.K., M.H., Kajati Kaltara Yudi Indra Gunawan, S.H., M.H.

Hadir pula Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, Danlanud Anang Busra Marsma TNI Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si. (Han), Ketua Pengadilan Tinggi Kaltara Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H., Kabinda Kaltara Andri Muhardi, S.I.P., M.Sos., Kepala BNNP Kaltara Abdul Hasyim, S.H., M.Si., Ketua PTA Kaltara Drs. RD. Mahbub Tobri, M.H., dan Sekda Provinsi Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M.

Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, memberikan perhatian khusus pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Secara tegas, Gubernur menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara segera berkoordinasi dengan Polda Kaltara dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) guna menertibkan vendor-vendor serta kendaraan operasional berpelat luar daerah yang beraktivitas di wilayah Kaltara agar taat pajak dan memberikan kontribusi retribusi bagi daerah.

Langkah ini didukung penuh Wakil Gubernur Ingkong Ala. Ia menekankan perlunya kolaborasi solid antara Pemprov, Bapenda, dan aparat kepolisian untuk menggali potensi pendapatan serta membenahi sektor perizinan. Selain masalah pajak, Wagub juga menyoroti disparitas harga di perbatasan, di mana material dari Malaysia sering kali jauh lebih murah dibanding produk dalam negeri, yang memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.

Ketua DPRD Kaltara, H. Achmad Djufrie, menyambut baik diaktifkannya kembali forum komunikasi ini. Ia mengusulkan agar seluruh unsur Forkopimda mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dengan turun langsung ke lapangan guna memantau ketersediaan serta fluktuasi harga bahan pokok yang kerap dipicu oleh masuknya barang-barang dari luar daerah.

Selain ketahanan pangan, Achmad Djufrie juga mengajak seluruh anggota Forkopimda untuk terlibat aktif dan peduli terhadap penanganan stunting pada anak-anak di Kaltara. Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kontinuitas ruang komunikasi strategis ini, DPRD Kaltara menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan menjadi tuan rumah pada agenda coffee morning berikutnya.

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum perkenalan positif bagi Kapolda Kaltara yang baru, Irjen Pol. Agus Wijayanto. Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang diberikan kepadanya akan dipertanggungjawabkan secara penuh melalui kinerja kepolisian yang nyata dan berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat di Kaltara.

Kapolda berkomitmen agar jajaran kepolisian di bawah arahannya terus mengayomi, melayani, dan memberikan rasa aman bagi warga. Irjen Pol. Agus Wijayanto juga menyatakan sikap terbuka terhadap setiap masukan maupun kritik yang membangun dari berbagai pihak demi kemajuan pembangunan serta terjaganya kondusifitas daerah.

Di sektor pertahanan negara, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni memaparkan perkembangan signifikan terkait penguatan teritorial di perbatasan. Saat ini, pembangunan Markas Komando Pusat Pelatihan TNI di Sebuku, Nunukan, sedang digenjot secara intensif, mencakup pembangunan barak, mess pelatih, mako, lapangan, hingga helipad.

Pusat pelatihan pertahanan ini ditargetkan rampung dan siap digunakan pada akhir Agustus 2026. Menariknya, fasilitas baru ini akan langsung digunakan dalam latihan militer bersama berskala besar yang mempertemukan TNI AD, Kopassus, dan tentara Amerika Serikat (US Army). Keberadaan markas baru ini, bersama dengan penempatan empat batalyon teritorial di Bulungan, KTT, Malinau, dan Sebuku, juga diyakininya mampu menghidupkan dan memutar roda perekonomian masyarakat lokal. (Advertorial)

Jelajahi lebih lanjut tentang topik ini